Sunday, July 6, 2008

Dangdutisme

By : Kelik Supriyanto

Menurut Rhoma Irama, dangdut itu dulunya musik melayu, karena digunakannya gendang yang bunyinya dang…dang…dut.., maka dijulukinya sebagai Dangdut. Dalam lagunya berjudul Dangdut, Rhoma menulis : Pernah aku melihat musik di Taman Ria, Iramanya Melayu duhai sedap sekali, Sulingnya suling bambu gendangnya kulit lembu. Dangdut suara kendang rasa ingin berdendang. Dangdut memang merupakan kombinasi bunyi kendang, suling dan gitar.

Kepindahan Rhoma dari pop ke musik melayu dikarenakan orkes melayu merupakan musiknya orang-orang marjinal, yang mendapat perlakuan diskriminatif oleh kalangan kelas atas, Hanya boleh pentas di tempat becek tempat para fuqara wal masakin. Ia terpanggil untuk memperjuangkannya. (Maksudnya memperjuangkan musiknya atau memperjuangkan tempat yang becek-becek sih)

Dangdut tidak bisa dilepaskan dari goyangan sebagai mana dilantunkan oleh Elvy Sukaesih bersama Rhoma yang berbunyi : Mari berjoged hai kita berjoget, Duhai asyik hai kalau berjoget, bergoyang-goyang. Pinggul digoyang. Bergoyang-goyang, Pinggul digoyang. Hati gembira bersuka ria. Goyang pinggul yang menghebohkan saat ini sebenarnya telah popular sejak lama. Yang dulu hanya goyang ala film India sekarang sudah ada goyang ngebor, goyang ngecor, goyang gergaji, goyang patah-patah.

Di Yogyakarta, pementasan dangdut dilarang dipentaskan di Arena Pasar Malam Sekaten mulai tahun 1996, dikarenakan goyangan erotis yang menyertai alunan musik dangdut tidak sesuai dengan misi sekaten sebagai penyebaran ajaran Islam. (jangan bilang-bilang ya kalau di Purawisata setiap malam ada pementasan Dangdut).

Pementasan dangdut tidak lantas mati. Dibeberapa daerah masih bermunculan grup-grup musik dangdut. Salah satunya OM Sevanada yang masih eksis menghibur masyarakat di pentas seni pada pameran potensi kabupaten Sleman, 2 Juli 2008 yang lalu. Bergoyanglah mumpung belum dilarang sebagai aliran sesat. Habis belum ada yang mengaku sebagai nabi kaum dangduters atau goyang dangdut dianggap setara dengan tarian sufi dari Persia. Sebuah ekstase gerak media transenden menuju keillahian. Embuh ah males mikir, goyang wae.











grup orkes melayu













peniup seruling











gaya goyang













wajah sendu











pamer paha












mupeng (muka pingin)












gaya kaki kram












gaya telentang












gaya melata













pegang, ah













sepatu pendangdut